Pantai Lakey Dompu, Pantai Para Penantang Ombak

Happy Traveling

Satu jam menempuh jalan berliku dari tengah Kota Dompu, Saya tiba di pantai yang telah menjadi kebanggaan masyarakat setempat, Pantai Lakey Dompu. Nama pantai ini selalu disebut pertama kali jika bertanya soal pantai di Dompu, Pantai Lakey seperti ada di luar kepala orang-orang Dompu, sekali bertanya tanpa banyak berpikir langsung ditunjukkan jalannya.

Mudah menuju pantai, di tengah Kota Dompu terdapat simpang empat besar dengan patung peselancar, patung ini menjadi penanda untuk Pantai Lakey, pantai para peselancar. Jika kita meluncur ke arah selatan dari simpang empat, mengikuti jalan berliku yang mengiris pegunungan, maka 30 menit kemudian sudah bisa mencapai Pantai Lakey.

Pantai ini memang alun-alun bagi para peselancar, tempat mereka riuh bersua. Konon para peselancar dunia sudah menandai pantai ini sebagai destinasi wajib kunjung ketika berselancar di Indonesia. Ombaknya bagus dan menghentak, tegas namun indah. Itulah kenapa pantai dengan ombak seperti inilah yang menjadi primadona para peselancar dan menjadikan pantai ini sebagai tempat bersua sesama peselancar dunia.

Para peselancar
Para Peselancar

Sore mengiring langkah, setelah meliuk-liuk melalui jalanan, debur pantai sudah menyambut. Pantai Lakey Dompu terletak di Desa Hu’u. Ada pintu gerbang menuju pantai dengan pantai peselancar, serupa yang ada di tengah kota.

Gelora selancar sudah terasa sejak di jalanan, para peselancar hilir mudik dengan motor yang sudah dimodifikasi. Banyak penginapan di tepi pantai yang tersedia, dari yang murah sampai yang tergolong mewah, dari yang kecil sampai yang besar. Pantai Lakey hidup dengan riuh rendah para peselancar.

Mendekati sore, di mana ombak semakin memanggil, para peselancar kemudian banyak yang turun menyambut gelombang. Para pemberani menyongsong gelombang Pantai Lakey Dompu. Sementara para peselancar mulai bermandi ke dalam gelombang, warga lokal termasuk saya menikmati angin yang bertiup serta menanti mentari yang akan mengundurkan diri.

DSCF4384

DSCF4352

Bentang pantai ini lebar sekali dengan komposisi pasir halus berwarna cokelat dan karang-karang yang menyebar. Karang menjadi batas bagian pantai yang dangkal dengan yang dalam. Peselancar harus berjingkat melalui karang-karang sebelum akhirnya meluncur di gelombang lepas.

Lakey memberikan sajian yang takkan terlupa jika datang di musim kering, langit akan biru dan ombak nan gagah sudah menyambut. Menikmati Pantai Lakey Dompu berarti menikmati harmoni debur ombak tiada henti.

Geliat ekonomi turut menyertai, penginapan tumbuh perlahan, ramainya peselancar pun mulai mendorong orang lokal untuk menyediakan kebutuhan para peselancar. Saya dalam hati berharap semoga memang mulai pesatnya Pantai Lakey Dompu memang benar akan menyediakan ruang bagi masyarakat untuk turut berkembang.

DSCF4391

Sore semakin genap, biru makin luruh dan semburat kuning mulai merambati awan. Di tengah ombak tegak menara pandang, di sana tiada orang, hanya pada saat kompetisi selancar-lah papan tersebut digunakan. Pegunungan lamat-lamat terletak di seberang. Pantai ini mirip teluk, sehingga gelombang seakan digiring masuk.

Menunggu senja di Lakey memberi nuansa. Jika biasanya saya duduk santai menanti mentari berpamitan dengan pelan-pelan, kali ini saya menikmati senja dengan hati bergelora. Selain menikmati senja yang akan memenuhi kanvas lazuardi, saya menikmati debur ombak yang memukul karang dan berorkestrasi dengan angin yang bertiup dari samudera.

Debur ombak yang membentur pantai yang melengkung ini rupanya tak membuat gentar. Walau saya bersua dengan peselancar yang di tubuhnya penuh luka-luka, ia justru tertawa dan gembira, apa yang ia hadapi adalah kebahagiaan untuknya. Kebahagiaan menaklukkan tantangan lebih besar artinya dari luka tergores di badannya.

DSCF4414

Angin meminta saya menengok ke arah barat, kuning berganti merah dan mulai merayap di balik garis pegunungan. Bagian laut yang tenang adalah cermin bagi warna kuning. Jika merah senja sudah menyapa, maka senja pun sudah tiba.

Senjanya ritmis, perlahan-lahan, senja yang tidak membuatmu langsung terkesiap, namun menikmati sedikit demi sedikit, mengecap senja pada setiap detiknya. Saya kemudian merebahkan diri, melepas pandang ke lazuardi, menatap ke langit yang mulai melukis kanvasnya sendiri dari biru ke kuning dan beralih menuju merah jingga.

Senja sudah tiba, para peselancar sudah kembali dari gelanggangnya, tinggal saya yang masih duduk di pasir tak beralaskan apapun. Menikmati sajian orkestra dari ombak dan pertunjukan cahaya dari mentari dan bulan yang bersepakat untuk berganti.

Ternyata benar jika orang lokal mengingat lekat Pantai Lakey Dompu ini. Karena di sini, tampak Dompu yang bersolek semolek mungkin.

Tabik.

Tulisan ini adalah rangkaian tulisan #PesonaTambora, saya secara berseri akan menulis tentang alam Pulau Sumbawa. Didukung oleh Indonesia.Travel.

DSCF4439

DSCF4459

DSCF4448

sumber : https://www.efenerr.com/2015/05/15/pantai-lakey-dompu/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *